10 Oktober 2025
ABSTRAK
Durian (Durio spp.) sebagai buah tropis khas Asia Tenggara tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan budaya, tetapi juga potensi manfaat kesehatan yang signifikan. Tinjauan pustaka sistematis ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan bukti-bukti ilmiah mengenai manfaat kesehatan buah durian berdasarkan kandungan senyawa bioaktif dan nutrisinya. Metode yang digunakan adalah penelusuran literatur sistematis dari database elektronik seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil sintesis menunjukkan bahwa durian kaya akan senyawa fitokimia seperti polifenol, flavonoid, karotenoid, dan vitamin C. Senyawa-senyawa ini mendukung berbagai aktivitas biologis, termasuk antioksidan, anti-inflamasi, antimikroba, antihiperglikemik, dan potensi antikanker. Selain daging buah, bagian lain seperti biji dan kulit juga memiliki potensi pemanfaatan. Disimpulkan bahwa durian merupakan sumber fungsional yang potensial bagi kesehatan, meskipun penelitian lebih lanjut, khususnya uji klinis pada manusia, masih diperlukan untuk memvalidasi manfaat ini secara lebih komprehensif.
Kata Kunci: Durian, Senyawa Bioaktif, Antioksidan, Manfaat Kesehatan.
ABSTRACT
Durian (Durio spp.), a tropical fruit native to Southeast Asia, possesses not only economic and cultural value but also significant potential health benefits. This systematic literature review aims to consolidate scientific evidence on the health benefits of durian based on its bioactive compounds and nutritional content. The method used was a systematic literature search from electronic databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. The synthesis results indicate that durian is rich in phytochemical compounds such as polyphenols, flavonoids, carotenoids, and vitamin C. These compounds support various biological activities, including antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial, antihyperglycemic, and anticancer potential. In addition to the fruit flesh, other parts such as the seeds and skin also have potential uses. It is concluded that durian is a potential source of functional benefits for health, although further research, especially clinical trials in humans, is still needed to validate these benefits more comprehensively.
Keywords: Durian, Bioactive Compounds, Antioxidants, Health Benefits.
PENDAHULUAN
Durian (Durio spp.) merupakan salah satu komoditas buah tropis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bagian penting dari keanekaragaman hayati Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Sebagai pusat keragaman durian, Indonesia memiliki berbagai spesies dan kultivar lokal yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, hingga Maluku (Uji, 2005; Mansur, 2007). Keanekaragaman ini tidak hanya terlihat pada aspek morfologi buah, tetapi juga pada karakter sensori, komposisi nutrisi, serta adaptasi ekologis yang berbeda-beda di setiap wilayah (Najira et al., 2020; Nurlaila et al., 2019). Keragaman tersebut menjadikan durian sebagai sumber pangan potensial yang dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan baik dalam aspek ekonomi maupun kesehatan masyarakat.
Dalam konteks botani dan taksonomi, durian memiliki karakter morfologi yang kompleks, sehingga berbagai penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi spesies, kultivar, serta keragaman genetiknya (Salasa et al., 2013). Studi-studi tersebut penting karena keragaman morfologi dan genetik durian sangat dipengaruhi oleh lingkungan tumbuh dan praktik budidaya lokal (Handayani & Ismadi, 2017; Sundari, 2014). Misalnya, daerah Aceh, Kalimantan, dan Sulawesi menunjukkan karakter morfologi buah dan pohon yang unik, yang mencerminkan adaptasi ekologis serta pengetahuan lokal masyarakat setempat (Noverian et al., 2020). Keanekaragaman ini sekaligus berkontribusi terhadap keamanan pangan dan keberlanjutan ekosistem, terutama pada masyarakat pedesaan yang memanfaatkan buah lokal sebagai sumber nutrisi utama (Suwardi et al., 2020b).
Selain sebagai komoditas ekonomi dan sumber plasma nutfah penting, durian juga dikenal memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang menjadikannya menarik untuk diteliti lebih lanjut. Kandungan nutrisi durian, seperti karbohidrat, serat, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif tertentu, berpotensi memberikan manfaat fisiologis bagi kesehatan manusia (Suwardi et al., 2020a). Berbagai studi etnobotani menunjukkan bahwa masyarakat tradisional memanfaatkan durian serta buah-buahan lokal lainnya sebagai bagian dari pola konsumsi harian yang mendukung ketahanan pangan dan kesehatan komunitas (Suwardi et al., 2019a). Selain itu, durian juga sering dikaitkan dengan sifat fungsional, seperti kandungan antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas, serta fitokimia yang potensial dalam mendukung metabolisme tubuh.
Namun demikian, penelitian yang secara khusus mengulas manfaat kesehatan durian masih terbatas dan belum tersusun secara sistematis. Kebanyakan kajian masih berfokus pada aspek morfologi, keragaman genetik, budidaya, serta pemanfaatan etnobotani, sedangkan kajian mengenai kandungan nutrisi dan implikasinya terhadap kesehatan relatif kurang mendapat perhatian (Santoso, 2014). Oleh karena itu, diperlukan sebuah tinjauan pustaka sistematis yang merangkum berbagai temuan ilmiah terkait manfaat kesehatan durian untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan ilmiah mengenai potensi buah ini.
Tinjauan pustaka sistematis ini bertujuan untuk menyatukan berbagai literatur yang relevan mengenai durian, termasuk aspek botani, keragaman genetik, kandungan nutrisi, pemanfaatan etnobotani, dan terutama manfaat kesehatan yang dihasilkannya. Dengan pendekatan ini, diharapkan hasil kajian dapat memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan bagi pengembangan penelitian lebih lanjut, inovasi pangan lokal, serta pemanfaatan durian sebagai buah fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Selain itu, hasil kajian juga diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan konservasi dan budidaya durian secara berkelanjutan, mengingat pentingnya peran tanaman buah lokal dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat (Navia et al., 2020b).
METODE
Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic literature review). Pencarian literatur dilakukan secara ekstensif pada database elektronik terindeks seperti PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Portal Garuda dengan menggunakan kata kunci: “durian health benefits”, “Durio spp. phytochemical”, “manfaat durian bagi kesehatan”, dan “nutritional composition of durian”. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian orisinal, artikel review, dan buku yang diterbitkan dalam kurun waktu 10-15 tahun terakhir serta membahas secara spesifik kandungan gizi, senyawa bioaktif, dan efek fisiologis durian. Semua literatur yang terkumpul kemudian diseleksi, dikritik, dan dianalisis secara narratif untuk mensintesis temuan-temuan kunci, mengidentifikasi pola, serta menarik kesimpulan yang komprehensif mengenai potensi manfaat kesehatan dari konsumsi durian berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang terkini.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Buah Durian
Buah durian (Durio spp.) memiliki karakteristik morfologi yang sangat beragam, baik dari bentuk buah, ketebalan kulit, warna daging buah, hingga rasa serta aroma yang khas. Keragaman ini dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan tumbuh, serta teknik budidaya yang diterapkan oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Secara umum, durian memiliki kulit tebal dan berduri, bentuk buah yang bervariasi dari bulat hingga lonjong, serta warna daging buah yang dapat berkisar antara putih, kuning muda, hingga jingga tergantung kultivarnya (Bioversity International, 2007).
Keragaman morfologi durian lokal di berbagai wilayah Indonesia telah didokumentasikan dalam sejumlah penelitian. Misalnya, penelitian di Aceh menunjukkan adanya variasi signifikan dalam ukuran buah, warna kulit, panjang duri, dan karakter sensoris daging buah, yang mencerminkan tingginya keanekaragaman plasma nutfah durian di wilayah tersebut (Najira et al., 2020; Handayani & Ismadi, 2017). Penelitian lain di Sulawesi Selatan juga mengidentifikasi perbedaan mencolok pada bentuk buah, ketebalan kulit, jumlah pongge, dan aroma, yang menunjukkan adanya kekhasan kultivar lokal di setiap daerah (Nurlaila et al., 2019).
Warna daging buah durian sering menjadi indikator kualitas bagi masyarakat. Kultivar tertentu seperti durian merah Banyuwangi memiliki daging buah berwarna merah terang, sehingga menjadi identitas lokal dan menjadi daya tarik bagi konsumen (Rusmiati et al., 2013). Selain itu, karakter sensoris seperti tingkat manis, pahit, aroma kuat, serta tekstur lembut atau berserat merupakan faktor penting yang membedakan satu kultivar dengan lainnya (Sembiring et al., 2020). Variasi ini juga dipengaruhi oleh kondisi agroekologi, seperti ketinggian tempat, kesuburan tanah, dan iklim mikro di masing-masing wilayah (Mansur, 2007).
Dalam kajian taksonomi dan kerabat dekat, berbagai penelitian menunjukkan bahwa durian memiliki kekerabatan dengan spesies buah lain, dan variasi morfologi dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis atau varietas tertentu, sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian taksonometri tumbuhan buah (Hardiyanto et al., 2006). Bahkan, beberapa spesies baru seperti Durio tanjungpurensis telah ditemukan di Kalimantan berdasarkan karakter morfologinya yang unik (Navia & Chikmawati, 2015).
Dengan demikian, karakteristik buah durian (Durio spp.) sangat kompleks dan beragam, mencakup aspek morfologi, sensoris, dan genetik. Keanekaragaman ini memberikan potensi besar untuk konservasi plasma nutfah, pengembangan kultivar unggul, serta peningkatan nilai ekonomi tanaman durian di berbagai daerah Indonesia.
Senyawa Fitokimia dan Bioaktif Buah Durian
Buah durian dikenal memiliki komposisi fitokimia yang kaya, yang berperan penting dalam memberikan manfaat kesehatan serta aktivitas biologis. Beberapa kelompok senyawa bioaktif utama yang ditemukan dalam durian antara lain flavonoid, fenolik, karotenoid, saponin, tanin, dan berbagai senyawa volatil sulfur yang berkontribusi terhadap aroma khas durian.
Secara umum, berbagai kultivar durian lokal di Indonesia menunjukkan variasi kandungan fitokimia yang dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan tumbuh, dan morfologi buah (Nurlaila et al., 2019). Dalam beberapa penelitian eksplorasi keanekaragaman durian lokal, ditemukan bahwa durian mengandung sejumlah senyawa antioksidan penting seperti vitamin C, polifenol, flavonoid, serta senyawa fenolik lain yang dapat berperan sebagai penangkal radikal bebas (Sundari, 2014).
Selain itu, beberapa studi etnobotani pada tanaman buah lokal, termasuk durian, menunjukkan bahwa konsumsi durian memberikan kontribusi nutrisi yang signifikan karena mengandung karbohidrat, serat, lemak sehat, dan mineral penting (Navia et al., 2020a). Penelitian tentang karakteristik morfologi dan keragaman durian di berbagai daerah Indonesia juga mengindikasikan adanya perbedaan kadar senyawa bioaktif pada setiap kultivar, sehingga durian lokal tertentu memiliki potensi sebagai sumber nutrisi dan antioksidan yang lebih tinggi (Handayani & Ismadi, 2017; Noverian et al., 2020).
Senyawa volatil khas durian seperti ester, alkohol, sulfida, dan keton juga memiliki fungsi penting dalam interaksi ekologis dan potensi bioaktif. Keberagaman senyawa volatil ini sangat tergantung pada spesies dan varietas durian, sebagaimana ditunjukkan pada kajian morfologi dan varietas durian di Aceh dan Kalimantan (Navia & Chikmawati, 2015).
Dengan demikian, buah durian merupakan sumber fitokimia yang kompleks dan potensial, yang tidak hanya berfungsi sebagai nutrisi tetapi juga menawarkan manfaat bioaktif yang dapat mendukung kesehatan manusia.
Manfaat Kesehatan Utama Buah Durian
Buah durian telah lama dikenal sebagai sumber nutrisi penting yang mengandung karbohidrat, serat, lemak sehat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, fenolik, karotenoid, dan antosianin. Kombinasi kandungan tersebut memberikan beragam manfaat kesehatan yang signifikan. Berikut adalah penjelasan komprehensif mengenai manfaat kesehatan utamanya.
- Aktivitas Antioksidan dan Anti-inflamasi
Durian kaya akan senyawa fenolik, flavonoid, serta vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk menangkal radikal bebas. Antioksidan ini berperan menurunkan stres oksidatif, yang merupakan pemicu utama penuaan sel, penyakit degeneratif, dan inflamasi kronis. Penelitian oleh Sun et al. (2018) menunjukkan bahwa ekstrak durian mengandung aktivitas penangkal radikal bebas DPPH dan ABTS yang tinggi, sehingga efektif dalam melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Selain itu, studi dari Jinap & Joo (2019) menjelaskan bahwa komponen volatil dan bioaktif durian juga memiliki efek anti-inflamasi yang dapat menghambat mediator inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Hal ini menunjukkan potensi durian dalam pencegahan penyakit inflamasi kronis seperti radang sendi dan aterosklerosis.
- Menjaga Kesehatan Pencernaan
Durian adalah sumber serat pangan tinggi, yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan usus. Serat membantu meningkatkan pergerakan usus (motilitas), mencegah sembelit, serta menjadi substrat bagi bakteri baik (prebiotik). Menurut penelitian oleh Arancibia et al. (2015), konsumsi serat yang berasal dari buah tropis termasuk durian mampu meningkatkan produksi shortchain fatty acids (SCFA), yang berfungsi menjaga keseimbangan mikrobiota dan melindungi usus dari inflamasi. Selain itu, kandungan karbohidrat kompleks durian memberikan efek rasa kenyang lebih lama sehingga baik untuk pengaturan berat badan bila dikonsumsi secukupnya.
- Sumber Energi dan Pengatur Metabolisme
Durian mengandung karbohidrat sederhana dan kompleks, serta lemak sehat, sehingga menjadi sumber energi yang cepat maupun bertahap. Kandungan vitamin B kompleks seperti riboflavin, niasin, dan tiamin juga berperan dalam metabolisme energi, fungsi saraf, serta produksi sel darah merah. Singh et al. (2020) menemukan bahwa komponen bioaktif durian yang mengandung karotenoid dan flavonoid turut meningkatkan efisiensi metabolisme sel melalui peningkatan aktivitas enzim antioksidan seperti SOD dan CAT. Dengan demikian, durian memberikan manfaat metabolik yang mendukung aktivitas fisik dan kesehatan seluler.
- Potensi Pengendalian Kadar Gula Darah
Meskipun memiliki rasa manis, durian memiliki nilai glikemik moderat dan mengandung serat serta antioksidan yang membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Penelitian oleh Choo & Azrina (2018) mencatat bahwa konsumsi durian tidak menyebabkan lonjakan glukosa darah yang drastis dibandingkan buah tropis lainnya berkat komposisi serat dan lemak sehat. Selain itu, senyawa fenolik durian terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat enzim α-glukosidase yang berperan dalam pemecahan karbohidrat, sehingga membantu mencegah hiperglikemia.
- Mendukung Kesehatan Kardiovaskular
Durian mengandung kalium dalam jumlah tinggi, yang berperan menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah hipertensi. Selain itu, durian mengandung lemak tak jenuh tunggal (MUFA) yang dapat membantu menurunkan kolesterol LDL sekaligus meningkatkan kolesterol HDL. Studi oleh Marlina et al. (2020) menunjukkan bahwa konsumsi durian dalam porsi moderat mampu memperbaiki profil lipid pada hewan uji dengan hiperlipidemia. Senyawa antioksidannya juga berfungsi mencegah oksidasi LDL, yang merupakan faktor penyebab utama aterosklerosis.
- Potensi Antikanker
Senyawa fenolik, flavonoid, dan karotenoid dalam durian memiliki kemampuan menghambat proliferasi sel kanker melalui mekanisme apoptosis (pemrograman kematian sel). Penelitian oleh Putri & Awang (2017) menemukan bahwa ekstrak durian mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara (MCF-7) dan memperbaiki kerusakan DNA akibat stres oksidatif. Meskipun penelitian ini masih berkembang, hasil awal menunjukkan bahwa durian berpotensi sebagai sumber fitokimia antikanker yang alami.
Perbandingan Manfaat Berdasarkan Bagian Buah
- Daging Buah Durian (Aril)
Daging buah durian dikenal sebagai bagian yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki nilai gizi tinggi. Beberapa studi yang meneliti komposisi nutrisi buah lokal menunjukkan bahwa buah-buahan tropis seperti durian menyediakan energi, karbohidrat, vitamin, serta mineral penting yang mendukung ketahanan pangan masyarakat. Penelitian etnobotani di Aceh menemukan bahwa konsumsi buah-buahan lokal, termasuk durian, berperan dalam pemenuhan nutrisi harian, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi komunitas lokal (Navia et al., 2019).
Dalam konteks kesehatan, kandungan energi tinggi pada daging durian membantu sebagai sumber energi cepat, sedangkan mineral dan antioksidan alami pada buah tropis berkontribusi pada perlindungan sel dan metabolisme tubuh (Suwardi et al., 2020a).
- Biji Durian
Biji durian merupakan bagian lain yang juga dimanfaatkan sebagai sumber pangan oleh masyarakat lokal. Studi etnobotani di beberapa wilayah Aceh dan Kalimantan menunjukkan bahwa biji beberapa buah lokal, termasuk durian, digunakan sebagai sumber karbohidrat alternatif yang dapat diolah menjadi makanan tambahan (Navia et al., 2021; Noverian et al., 2020).
Biji durian mengandung karbohidrat kompleks, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, meskipun penggunaannya perlu dimasak terlebih dahulu untuk menghilangkan senyawa antinutrisi. Dalam beberapa komunitas, biji durian diolah melalui perebusan atau pengeringan, yang membantu memperpanjang ketahanan pangan lokal (Navia et al., 2021).
- Kulit Buah Durian (Rind)
Meskipun tidak umum dikonsumsi, kulit durian tercatat memiliki potensi sebagai bahan baku energi biomassa dan kadang digunakan dalam praktik lokal seperti sebagai bahan bakar atau pengusir serangga. Penelitian etnobotani terkait pemanfaatan buah lokal menunjukkan bahwa bagian non-edible dari beberapa buah tropis sering digunakan dalam konteks ekologis dan ekonomi rumah tangga (Navia et al., 2020b).
Kulit durian memiliki kandungan lignoselulosa yang tinggi sehingga memiliki potensi manfaat ekologis seperti kompos, arang aktif, atau bahan kerajinan lokal dalam konteks ekonomi masyarakat (Suwardi et al., 2020c).
- Bunga dan Bagian Vegetatif Lainnya
Walaupun tidak secara langsung dikonsumsi, beberapa penelitian mengenai keanekaragaman durian lokal dan keragaman morfologi menjelaskan bahwa bagian vegetatif seperti daun, bunga, dan batang memiliki peran ekologis penting, termasuk sebagai habitat fauna penyerbuk dan komponen struktur vegetasi hutan (Uji, 2005). Manfaatnya lebih bersifat ekologis dan lingkungan, misalnya menjaga keanekaragaman hayati dan mendukung sistem agroforestri.
Tanaman durian juga berperan besar dalam sistem agroforestri masyarakat pedesaan, sehingga bagian vegetatifnya memberi manfaat secara tidak langsung terhadap kesehatan masyarakat melalui lingkungan yang lebih seimbang dan berkelanjutan (Purba et al., 2020).
KESIMPULAN
Berdasarkan tinjauan pustaka yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa buah durian (Durio spp.) memiliki karakteristik morfologis dan sensoris yang sangat beragam, yang dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan kultivar. Keragaman ini tidak hanya tercermin pada bentuk, warna daging, dan aroma, tetapi juga pada profil fitokimianya. Buah durian kaya akan senyawa bioaktif penting seperti flavonoid, fenolik, karotenoid, dan vitamin C, yang menjadi dasar dari berbagai manfaat kesehatannya.
Kombinasi antara senyawa bioaktif dan komponen gizi makro tersebut memberikan durian beragam manfaat kesehatan yang potensial, antara lain sebagai antioksidan dan anti-inflamasi, penjaga kesehatan pencernaan dan kardiovaskular, pengatur metabolisme dan gula darah, serta memiliki potensi antikanker. Selain daging buah, bagian lain seperti biji dan kulit juga memiliki potensi pemanfaatan, baik sebagai sumber pangan alternatif maupun dalam konteks ekologis, yang semakin memperkuat nilai fungsional dan keberlanjutan dari tanaman durian.

